Daerah Tamasya Paling Misterius di Sumatera Barat

Daerah-tempat tamasya misterius di Sumatera Barat memang banyak menyimpan rahasia yang demikian itu dalam, dibalik keindahan alamnya tersembunyi kisah-kisah yang mengagetkan, mendukung setiap jiwa petualang untuk menemukan misteri di balik pesona Bumi Minangkabau.

Berikut yakni tempat-tempat tamasya misterius di Sumatera Barat, di mana setiap sudutnya menyimpan kisah misterius yang menantang keberanian dan rasa berkeinginan tahu.

1. Jam Gadang, Bukittinggi
Sebagai ikon tamasya di Sumatera Barat, Jam Gadang memiliki sejarah panjang sejak dibangun pada tahun 1926 oleh arsitek Yazin dan Sutan Gigi Ameh sebagai hadiah dari Ratu Belanda. Melainkan, ada kisah misteri spaceman yang menyelimuti bangunan ini, salah satunya berkaitan dengan penulisan angka romawi 4 yang ditulis dengan empat huruf I.

Banyak yang percaya bahwa ini berkaitan dengan korban tumbal dikala pembangunan yang berjumlah 4 orang. Kecuali itu, alasan lainnya yakni bahwa penulisan angka 4 pada angka romawi pada mulanya memang ‘IIII’. Penulisan angka ‘IV’ kini dikatakan sebagai perubahan penulisan angka romawi yang mulanya ‘IIII’.

2. Danau Singkarak
Sebagai danau terbesar di Sumatera Barat, Danau Singkarak selalu menarik perhatian pengunjung. Melainkan, di balik keindahannya, tersimpan kisah misterius perihal terowongan yang mengaitkan Danau Singkarak dengan Danau Maninjau. Meskipun sulit untuk dipercaya, legenda ini konsisten hidup di kalangan masyarakat sekitar danau dan seringkali dihubungkan dengan patahan Semangka yang melintasi tempat ini. Cerita terowongan ini tak jarang dihubungkan dengan eksistensi Tangga Batu Basurek di dasar Danau Singkarak yang diyakini berada di Sumpur Kudus.

Tahun 1992, Perusahaan Listrik Negara membangun terowongan sepanjang 19 kilometer untuk memutar turbin Pembangkit Listrik Daya Air (PLTA) Singkarak di Asam Pulau, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, dengan kapasitas 175 MW.

Terowongan ini menembus perut Gunung Merapi, sehingga tercatat sebagai terowongan air terpanjang di Tanah Air yang mulai beroperasi pada 1998. Ini menjadi pembuangan air Danau Singkarak kedua yang bermuara ke pantai barat Samudra Hindia.

3. Lubang Jepang
Lubang Jepang yakni terowongan yang dibangun oleh tawanan perang Indonesia untuk kepentingan militer Jepang pada tahun 1942. Kecuali diterapkan sebagai gudang perbekalan, Lubang Jepang juga memiliki ruangan yang diduga diterapkan untuk memutilasi tawanan. Dikisahkan banyak warga Indonesia yang meninggal dikala pembuatan terowongan. Destinasi Tamasya ini memiliki beberapa fakta unik, salah satunya yakni lubang ini disebut-ucap sebagai terowongan terpanjang di Asia dengan panjang mencapai 8 km. Di dalamnya terdapat sekitar 21 lorong kecil dengan beraneka fungsi.

4. Bukit Batu Runcing, Sawahlunto
Batu Runciang ini berjarak sekitar 3,5 km dari Jalan Lintas Sumbar, tepatnya Dusun Sungai Cocang, Desa Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto. Dijuluki “Batu Runciang” oleh masyarakat sekitar sebab batunya berbentuk runcing dan tajam. Bebatuan ini terbuat secara alami sejak ratusan tahun silam.

Kawasan ini menawarkan pemandangan alam yang menakjubkan berkat batu kapur dan andesitnya. Melainkan, ada kisah misterius yang mengatakan bahwa banyak penghilangan nyawa orang lain terjadi di sini. Banyak pendaki yang konon mengalami nasib tragis di bukit ini.

5. Lubang Mbah Soero, Sawahlunto
Tambang batubara ini tak cuma memiliki poin sejarah sebab dibangun selama zaman kolonial Belanda, tapi juga tenar dengan kisah-kisah misteriusnya. Salah satu kisah yang paling tenar yakni perihal pekerja tambang yang diketahui sebagai “orang rantai.”

Mereka yakni para pribumi yang menyanggah dan menyanggah politik. Mereka disebut “orang rantai” sebab mereka patut bekerja dengan rantai di kaki, tangan, dan leher mereka setiap waktu.

Banyak di antara mereka yang meninggal sebab keadaan kerja yang keras, dan mayat-mayat tersebut seringkali ditinggalkan di dalam lubang atau pun diselipkan di dinding lubang.

Ketika renovasi Lubang Mbah Soero untuk dibuat obyek tamasya, banyak tengkorak ditemukan, diyakini berasal dari jenazah “orang rantai” tersebut.

Tiap destinasi di Sumatera Barat ini, padahal memiliki kisah misterius, konsisten menarik untuk dikunjungi. Bagi Topers yang berkeinginan menikmati sensasi berbeda dikala bertamasya, mungkin tempat-tempat ini bisa menjadi opsi.

Melainkan, selalu ingat untuk menghormati sejarah dan legenda yang ada, serta menjaga kebersihan dan keindahan alam dikala berkunjung. Akhir kata, selamat menikmati setiap petualangan Topers di Bumi Minang dan selalu membawa kenangan cantik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *